Mau Panen Jagung Melimpah? Pakai Pupuk Pak Tani Dulu!

Pupuk Jagung – Sahabat Pak Tani tentu sudah familiar sama budidaya tanaman jagung ya? Untuk bisa mendapatkan berat optimal dan hasil panen yang maksimal pada jagung, petani perlu memastikan tongkol jagung terisi sempurna dan bijinya padat. 

Berdasarkan data BPS hingga tahun 2017, rata-rata produktivitas jagung di Indonesia mencapai 5.27 ton/ha. Angka produktivitas ini terus meningkat tiap tahunnya, namun masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara seperti AS (10.5 ton/ha), Argentina (7.9 ton/ha) dan China (6.3 ton/ha).

Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan budidaya jagung, yakni mulai dari faktor pengolahan lahan, pemilihan benih, hingga perawatannya. Petani perlu memperhatikan kecukupan unsur hara tanaman, jenis pupuk yang diberikan, cara pengaplikasian yang tepat, serta dosis dan waktu pemupukan yang tepat. Yuk simak berikut ini adalah peran pemupukan yang menjadi kunci peningkatan produktivitas:

A. Persiapan Lahan Tanam

Selain memilih benih yang tepat, persiapan lahan juga menjadi rahasia keberhasilan budidaya jagung. Sahabat disarankan untuk membajak tanah dan membersihkan lahan dari gulma. Di fase ini, Sahabat juga bisa mengoptimalkan pengolahan tanah dengan FertiBio dari Pak Tani.
Penggunaan FertiBio, pupuk organik yang mengandung mikroba fungsional, dapat meningkatkan kesuburan hayati yang positif bagi tanaman karena dapat :
– Menambat N dari udara
– Melarutkan P sehingga tersedia bagi tanaman
– Mengurai K sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman
Selain itu juga menghasilkan fitohormon untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

B. Pemupukan

Selain pengolahan tanah, Sahabat juga perlu mencukupi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan jagung. Berdasarkan data Universitas Penn State di AS dan IPNI (International Plant Nutrition Institute), hasil panen jagung berbanding lurus dengan jumlah N, P, K yang diberikan ke tanaman. Untuk produktivitas minimal 8 ton/ha, unsur hara yang harus diserap oleh tanaman jagung adalah minimal 150 kg/ha N, 30 kg/ha P dan 30 kg/ha K. Patokan ini diperoleh berdasarkan perhitungan nutrient uptake dan nutrient removal jagung.

a) Nutrient Uptake, atau serapan hara total adalah jumlah unsur hara tertentu yang diserap oleh tanaman selama musim tanam.

b) Nutrient Removal, adalah jumlah masing-masing unsur hara yang terkandung dalam batang dan biji jagung yang ditebang/dipanen.

Oleh sebab itu, dalam memberikan pupuk Sahabat perlu menghitung baik-baik apakah kombinasi pupuk yang dipilih sudah mencukupi kebutuhan tanaman.

Berikut ini adalah rekomendasi dari tim Pak Tani:

– Pemupukan pertama pada 10-15 HST dan susulan pada 30 HST

Gunakan kombinasi Urecote, Fertiphos, KCL, dan ZA Pak Tani Pak Tani pada 10HST dengan dosis sebagai berikut:

  • Urecote 150kg/ha
  • Fertiphos/Phosgro 150kg/ha
  • KCL Putih 50kg/ha
  • ZA Pak Tani 100kg.ha

Lakukan juga pembersihan rumput tepat waktu dan menyeluruh dengan Sutrazin 560 SC agar pupuk dapat diserap secara maksimal. Susulkan dengan Ultradap pada 15HST dengan konsenstrasi 10gr/lt.

– Pemupukan lewat daun

Untuk mengendalikan serangan bulai, Sahabat bisa menggunakan MKP Pak Tani dan TAFT mulai umur 20 HST dengan interval 10 hari sekali. Saat kondisi normal semprotkan MKP Pak Tani + TAFT pada 30 dan 50 HST.  Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? MKP Pak Tani mengandung phosphate dan kalium tinggi yaitu 52% P2O5 dan 34% K2O.  Aplikasinya merupakan cara instan agar ketidakseimbangan unsur hara N, P, dan K yang menyebabkan tanaman jagung rentan bulai, dapat diatasi.

MKP Pak Tani juga bersinergi dengan NPK 15.15.15 Pak Tani dan KCL agar pengisian bulir jagung bisa optimal hingga ke ujung tongkol sehingga tongkol tidak bogang.  

Jadi bagaimana, Sahabat Pak Tani? Sudah siap untuk panen Jagung lebih maksimal?

Yuk langsung cek produk Pak Tani untuk tanaman jagung selengkapnya disini

Kembali Ke Cerita
Bagikan Artikel Ini
Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsappCopy Link

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *