Rahasia Budidaya Bawang Merah Tetap Maksimal di Musim Hujan

Sahabat Pak Tani, siapa di sini yang mikir-mikir untuk menanam bawang merah di musim penghujan begini?

Memang cukup banyak tantangan untuk menanam bawang merah di musim hujan seperti ini, selain lahan pertanian yang akan terguyur air, tanaman juga lebih rentan diserang jamur/moler dan masalah lainnya. Oleh sebab itu banyak juga petani yang enggan menanam bawang merah di akhir tahun, khawatir produksinya nanti tak sebanyak saat musim kemarau atau bahkan gagal.

Namun, kalau Sahabat Pak Tani serentak tidak menanam bawang merah, pastinya akan terjadi kelangkaan bawang merah, dan malah ini jadi kesempatan yang baik untuk Sahabat Pak Tani mengisi kebutuhan tersebut. Yuk coba simak beberapa tips berikut sebelum memutuskan menanam bawang merah di musim ini:

a. Inovasi Sungkup Plastik Ala Petani Bawang Merah Di Kabupaten Purbalingga

Belajar dari Kelompok Tani Bangkit Lestari Desa Pakuncen, Kecamatan Bogorsari, Kabupaten Purbalingga, para petani telah mencoba inovasi menanam bawang merah dengan menggunakan metode sungkup plastik/rain shelter untuk menumbuhkan daerah mandiri konsumsi, khususnya bawang merah. Pemasangan sungkup plastik ini dapat dipasang pada saat setelah tanam benih, pada umur lebih kurang 35 HST (saat mulai pembesaran umbi). 

Sungkup Plastik / Rain Shelter (image source: kompas.com)

Cara ini sudah terbukti berhasil! Dengan sungkup plastik, produksi yang dihasilkan oleh kelompok tani ini mencapai 12 ton/hektar. Metode sungkup plastik sendiri jika digunakan pada lahan seluas 1.400 meter persegi hanya membutuhkan dana Rp 2.000.000. Tak cuma itu, sungkup plastik bisa digunakan sampai 2-3 kali musim tanam. 

b. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah, diolah dengan menggunakan cangkul atau traktor. Lalu dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter yang panjangnya disesuaikan kondisi lahan. Jarak antar bedengan 20-30 cm dan dibuat sedalam 20-30 cm (menyerupai parit).

c. Dosis, Waktu dan Metode Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu pemupukan tabur lewat tanah dan semprot: 

  • Pemupukan dasar diberikan pada saat pengolahan tanah seperti Fertibio (200-300 kg/ha). Pemberian pupuk dasar tersebut diaplikasikan pada bedengan tanam sebelum tanam atau saat pengolahan tanah kedua pada setiap bedengan, sekitar 1-3 hari sebelum tanam. 
  • Pemupukan I, diberikan pada umur 10-15 HST:

Saprodap (100 kg/ha)

Fertiphos (200 kg/ha)

NPK 16.16.16 (100-200 kg/ha)

CSN (50-100 kg/ha)

ditambah penyemprotan NeoKristalon Hijau (2 gr/L)

  • Pemupukan II, diberikan pada umur 20-25 HST: 

NPK 16.16.16 Pak Tani (100-200 kg/ha) 

CPN (50-100 kg/ha)

ditambah penyemprotan NeoKristalon Hijau (2 gr/L)

  • Pemupukan III untuk memaksimalkan pengisian umbi, meningkatkan kualitas warna dan rasa, serta membuat bawang merah tahan simpan, diberikan di 30-35 HST:

PNP (50-100 kg/ha) 

Kamas (200-300 kg/ha)

Jika curah hujan tidak terlalu tinggi, semprot NeoKristalon Merah (2 gr/L) di umur 40 HST dan 50 HST.  

Bila hujan dirasa terlalu sering, semprot MKP Pak Tani (5 gr/L) untuk menambah asupan P dan K sehingga tanaman bawang merah lebih kuat menahan serangan hama dan penyakit.

Rekomendasi Budidaya Bawang Merah

d. Lakukan Tindakan Preventif Pada Budidaya Bawang Merah

Pemupukan yang berimbang, tepat dosis dan tepat waktu adalah kunci dari kesehatan tanaman bawang merah Anda. 

Penyakit bercak ungu dan layu fusarium (Inul) misalnya, dapat dicegah bila asupan N tidak berlebihan dan unsur hara P dan K cukup diberikan ke tanaman.  Jangan lupa pupuk dengan Kamas dan semprot dengan MPK Pak Tani di waktu curah hujan terlampau tinggi, hindari pemupukan N.  

Untuk tanaman yang sudah terserang lakukan ini:

  • Bercak ungu dan inul dapat dikendalikan dengan menggunakan MKP Pak Tani 5 gr/L, dicampur dengan fungisida Torbinol 480 SC 1 ml/L + Manteb 80 WP 2 gr/L, semprot 2x seminggu

Di musim penghujan, bila terlihat banyak telur ulat mengumpul di daun segera petik, kumpulkan dan musnahkan. Tetapi kalau serangannya sudah cukup gawat, semprotkan Starmek 18 EC 1-2 ml/L atau Tumagon plus 240 EC 1-2 ml/L, 2x seminggu.

Keberhasilan usaha tani bawang merah di musim hujan sangat ditentukan oleh kemampuan budidaya, khususnya pada penerapan inovasi seperti di atas. Dengan informasi ini, petani bawang lainnya diharapkan mampu meningkatkan hasil produksinya tanpa terkendala curah hujan yang tinggi.

Untuk tips & info seputar tani selengkapnya, yuk follow juga akun sosial media kami:

Facebook: https://www.facebook.com/SaprotanUtama/

Instagram: https://www.instagram.com/saprotanutama/

Atau Sahabat bisa langsung #TanyaPakTani untuk berkonsultasi gratis mengenai masalah pertanian, budidaya, produk, dan lain-lain melalui nomor Whatsapp 08112850050 atau klik tombol layanan pelanggan di website ya!

Sumber: 

http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/teknologi-detail-54.html

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/16/134325826/ini-cara-petani-bawang-merah-tetap-produktif-saat-musim-hujan?page=all

Kembali Ke Cerita
Bagikan Artikel Ini
Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsappCopy Link

0 thoughts on “Rahasia Budidaya Bawang Merah Tetap Maksimal di Musim Hujan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *