Pemupukan pada Tanaman Kentang agar Panen Berlimpah

Halo Sahabat Pak Tani! Siapa yang sudah pernah atau baru mau belajar budidaya kentang?

Baik untuk dikonsumsi langsung atau diproses menjadi berbagai jenis produk olahan, kentang adalah hasil pangan yang populer dan tak pernah sepi peminat. Sebagai tanaman pangan utama keempat di dunia, kentang selalu menjadi salah satu pilihan budidaya petani, meskipun harga jual kentang di Indonesia sering naik turun. 

Meskipun begitu, produktivitas kentang di Indonesia masih terbilang cukup rendah dengan hasil sekitar 13 ton per hektar setiap panennya. Jika dibandingkan dengan negara maju, mereka mampu memproduksi kentang sebanyak 30 ton per hektar. Seperti yang kita ketahui bahwa yield produksi kentang selaras dengan tata cara pemupukannya.

Oleh sebab itu, di kesempatan ini kita akan belajar cara pemupukan yang baik pada tanaman kentang:

Pupuk Dasar untuk Tanaman Kentang

Sebelum melaksanakan penanaman, buatlah dahulu garitan tanam yang disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan yaitu 30 cm x 100 cm atau 35 cm x 80 cm tergantung pada varietas bibit dan tingkat kesuburan tanah. Garitan tanam dibuat sedalam 20 cm, di mana nantinya ke dalam garitan ditaburkan pupuk sebagai berikut:

Sebelum mulai tanam, sebaiknya lakukan penyemaian terlebih dahulu jika benih yang digunakan berasal dari biji umbi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyulaman jika ada bibit yang tidak tumbuh. 

Setelah penyemaian selesai, letakkan umbi yang telah dipangkas di dalam garitan di atas pupuk yang telah disebar sebelumnya. Lakukan penanaman dengan jarak tanam sekitar 20-30 cm. Setelah itu, timbun umbi menggunakan tanah dan membentuk gundukan setinggi 10-15 cm. Jarak antar gundukan 80 – 100 cm sesuai garitan yang sudah dibuat tadi.

Paket Lengkap Pupuk Kentang

Perawatan dan Pupuk Susulan untuk Tanaman Kentang

Perawatan tanaman kentang dapat dilakukan dengan pemberian pupuk serta penyiangan gulma. Pupuk ditaburkan di setiap batang kentang yang sudah mulai membesar namun jangan terlalu dekat dengan tanaman. Berikut ini rekomendasi pupuk kentang Pak Tani:

  • Pada umur 25 HST, semprotkan Ultradap dengan konsentrasi 3 gr/lt.
  • Pada umur 35 – 40 HST, taburkan NPK 16-16-16 Pak Tani dengan dosis 250 kg/ha. 

Dan yang paling penting, jangan lupa sertakan penggunaan Kamas dengan dosis 300 kg/ha dan PNP dengan dosis 25 kg/ha untuk merangsang pembentukan umbi dan memaksimalkan pengisiannya supaya kentang Pak Tani besar dan nilai jualnya tinggi. (Kedua pupuk ini tinggi kandungan K2O-nya.)  

  • Mulai umur 35 HST, semprot MKP Pak Tani dengan konsentrasi 5 gr/lt, interval 10 hari dengan total 5x aplikasi.  Fungsi MKP juga untuk merangsang inisiasi umbi dan menyokong pembesarannya. 
  • Poston 250 SC (1.5 ml/lt) bisa dicampur dengan MKP Pak Tani di umur 35 HST, juga untuk memacu terbentuknya umbi.
Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Kentang

Menghadapi Hama & Penyakit

Pada saat musim hujan, ada beberapa penyakit dan hama yang menyerang tanaman kentang. Contoh hama dan penyakit yang menjadi masalah utama dalam membudidayakan tanaman kentang adalah: 

  • Hama Kutu Daun (Thrips sp)

Hama kutu ini merusak tanaman kentang dengan cara menghisap cairan yang terdapat pada daun muda dan permukaan bawah daun. Ketika hal ini terjadi, daun yang telah diserap cairannya akan mengering dan mengecil. Gunakan Avimax 20/100 EC atau Avidor 25 WP.

  • Penyakit Busuk Daun (Phytophthora infestans)

Penyakit langganan musim hujan satu ini memiliki gejala daun yang meleleh seperti disiram air panas. Tanaman yang baru berumur satu bulan adalah fase tanaman kentang yang rawan terserang penyakit ini. Di awal serangan, bagian tepi/ujung daun akan muncul bercak-bercak berwarna abu-abu hingga gelap dan sedikit basah. Selain itu, bagian bawah daun juga akan terdapat spora jamur berwarna putih. 

Untuk mencegah serangan penyakit pada kentang, pastikan aplikasi Nitrogen tidak berlebihan, sebaliknya P2O5 dan K2O harus berkecukupan.  Untuk menyeimbangkan unsur hara N-P-K dengan cepat, semprotkan MKP Pak Tani, dan bila penyakit sudah muncul campur MKP Pak Tani dengan Taft 75WP + Pentacur 722SL + Kudanil 75WP atau Manteb 80WP.

Hingga Tiba Saatnya Panen!

Kentang yang siap panen biasanya berumur 80 hingga 120 hari. Namun perlu Sahabat catat, pemanenan harus dilakukan dengan benar, jangan terlalu muda ataupun terlalu muda. Jika pemanenan kentang terlalu cepat, kentang akan memiliki kualitas rendah karena kandungan karbohidrat yang terkandung dalam umbi belum optimal. Sedangkan pemanenan yang terlalu tua akan beresiko pada umbi kentang menjadi rusak akibat terkena penyakit.

Bagaimana Sahabat? Jika Sahabat memiliki pertanyaan, bisa langsung #TanyaPakTani untuk berkonsultasi gratis mengenai masalah pertanian, budidaya, produk, dan lain-lain melalui nomor Whatsapp 08112850050 atau klik tombol layanan pelanggan di website ya!

Untuk cari tahu produk untuk kentang selengkapnya, kunjungi halaman ini ya.

Kembali Ke Cerita
Bagikan Artikel Ini
Share to FacebookShare to TwitterShare to WhatsappCopy Link

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *